| Islamic Center Dar el Iman Sumatera BaratRabu, 01 September 2010 Selengkapnya | Info Kegiatan Lainnya | |
| SEBAB-SEBAB KEMENANGAN YANG SEBENARNYA |
|
|
|
| Rabu, 26 Agustus 2009 | ||||||
|
Segala
puji semata-mata hanya bagi Allah Dzat yang telah menjadikan orang-orang yang
beriman dan beramal sholeh serta menjauhi segala macam kesyirikan sebagai
khalifah di muka bumi. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau yang telah mendidik
para sahabat dan umatnya agar mereka senantiasa mendapatkan kejayaan di dunia
dan akhirat.
Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan pertolongan kepada kaum mukmin di banyak tempat dan waktu, Allah subhanahu wa ta'ala telah menolong mereka pada waktu perang Badr, perang Ahzab, fathu Makkah, perang Hunain dan banyak lainnya, Allah menolong mereka sebagai bukti janji Allah Ta'ala yang terdapat di dalam Al-Qur'an : "Wajib atas kami untuk menolong orang-orang mukmin."(Ar-Rum:47) "Sesungguhnya kami akan menolong rasul-rasul kami dan mereka yang beriman di kehidupan dunia dan pada hari dimana saksi-saksi akan bangkit, yaitu suatu hari dimana tidak akan bermanfaat bagi orang-orang yang berlaku zalim alasan-alasan mereka, bagi mereka laknat dan tempat kembali yang buruk." Allah menolong mereka karena mereka menegakkan agama Allah, agama yang telah dilebihkan Allah dari semua agama, siapa yang berpegang teguh dengan agama itu maka dia pun akan mendapatkan kelebihan dari bangsa dan umat manapun. Allah menolong mereka karena mereka melakukan sebab-sebab yang dapat mendatangkan kemenangan yang sebenarnya baik materil atau pun moril. Allah subhanahu wa ta'ala telah menjelaskan sebab-sebab kemenangan di dalam Al-Qur'an : "Yaitu orang-orang yang apabila kami kokohkan mereka di muka bumi mereka mendirikan sholat, membayarkan zakat, memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran dan hanya bagi Allah lah akhir dari segala urusan."(Al-Hajj:41) Di dalam dua ayat ini Allah menjelaskan sebab-sebab yang akan mendatangkan kemenangan yang hakiki bagi orang-orang mukmin, sebab-sebab ini adalah merupakan sifat-sifat orang mukmin setelah Allah mengokohkan mereka di muka bumi. Kejayaan yang mereka dapatkan tidak membuat mereka lupa kepada Allah, justru kemuliaan yang mereka dapatkan menjadikan mereka orang-orang yang semakin teguh berpegang dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Di antara sifat-sifat mereka yang disebutkan Allah adalah : Pertama : Menjalankan ibadah dan meninggalkan kesyirikan. Kejayaan dan kekuasaan di muka bumi tidaklah mungkin didapat melainkan dengan merealisasikan dan memurnikan ibadah semata-mata hanya kepada Allah. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh diantara kalian, Allah akan jadikan mereka khalifah di muka bumi sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, dan Allah akan mengokohkan agama yang telah Allah ridhoi atas mereka, dan Allah akan menggantikan rasa takut mereka dengan rasa aman apabila mereka semata-mata hanya beribadah kepada Allah dan tidak melakukan kesyirikan."(An-Nur:55) Jika sekiranya seorang hamba menjalankan kewajibannya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan di dalam perkataan dan perbuatanya, tidak ada yang dia harapkan kecuali hanya balasan dan keridhoan Allah semata, dia senantiasa beribadah baik dalam kondisi suka atau pun duka maka Allah pun akan memberikan kejayaan baginya di muka bumi. Kedua : Mendirikan shalat seperti yang diinginkan oleh syari'at, melakukan segala syarat, rukun, segala kewajiban-kewajiban dan menyempurnakan shalat dengan melakukan hal-hal yang disunnahkan di dalamnya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Yaitu orang-orang yang apabila kami kokohkan mereka di muka bumi mereka mendirikan sholat."(al-hajj:41) Syeikh Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan di dalam kitab tafsirnya sebab pemakaian kata "iqomatus shalat" di dalam Al-Qur'an adalah karena seseorang bisa saja dia melakukan shalat tapi dia tidak mendirikan shalat yaitu apabila dia tidak melakukan syarat, rukun dan kewajiban-kewajiban shalat. Shalat yang dapat mencegah dari kemungkaran dan perbuatan keji adalah shalat yang dikerjakan dengan syarat, rukun dan kewajiban-kewajiban shalat, shalatnya orang-orang yang menyempurnakan wudhu', ruku', i'tidal, sujud, shalat dengan khusyu' serta senantiasa menjaga shalat tepat pada waktunya dan dengan berjama'ah. Ammar bin Yasir berkata : "Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata : "Sesungguhnya seseorang selesai melakukan shalat dan dia hanya mendapatkan sepersepuluh dari shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setengah dari shalatnya." HR Abu Daud dan Nasaa'i. Ketiga : Membayarkan zakat dan menyerahkannya kepada orang-orang yang berhak untuk mendapatkannya. Tidak mengurangi sedikitpun jumlah zakat yang harus dia keluarkan, justru dia mengeluarkan zakatnya dengan jiwa yang bersih, perasaan yang ridho, hanya mengharapkan ridho dan balasan Allah azza wa jalla tanpa mengharapkan pujian orang lain. Keempat : Menjalankan amar ma'ruf. Al-Ma'ruf adalah segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya baik yang wajib atau yang mustahab. Orang-orang beriman senantiasa menegakkan amar ma'ruf untuk menghidupkan syari'at Allah, untuk memperbaiki umat manusia, untuk mendapatkan rahmat dan ridho Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seorang mukmin dengan saudara mukminnya yang lain seperti halnya sebuah bangunan yang saling mengokohkan dan menopang satu sama lainnya. Seorang mukmin juga mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri karena itulah dia senantiasa menegakkan amar ma'ruf dan mengajak saudaranya untuk menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya. Kelima : Menegakkan nahi munkar. Al-Munkar adalah segala yang dilarang oleh syari'at baik dosa-dosa besar atau dosa-dosa kecil baik yang berkenaan dengan ibadah, akhlaq atau mu'amalah. Orang-orang mukmin mencegah segala kemungkaran sebagai bentuk penjagaan terhadap agama dan umat manusia serta membentengi diri dari segala sebab kerusakan dan hukuman Allah. Amar ma'ruf nahi munkar adalah pondasi dan dua tiang yang amat sangat kokoh guna keberlansungan, kejayaan serta kesatuan umat sehingga mereka tidak akan diceraiberaikan oleh hawa nafsu dan jalan-jalan yang menyelisihi syari'at Allah azza wa jalla. Allah azza wa jalla berfirman : "Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dan mereka itulah orang-orang yang beruntung dan janganlah kalian menjadi seperti orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka tanda-tanda yang amat jelas bagi mereka adzab yang amat sangat besar."(Ali Imran:104-105) Amar ma'ruf nahi munkar adalah keutamaan umat Nabi Muhammad atas umat-umat lainnya. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Kalian adalah sebaik-baik umat yang di lahirkan bagi manusia, kalian memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran serta beriman kepada Allah."(Ali Imran:110) Meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar justru akan mengakibatkan umat manusia mendapatkan laknat Allah, sebagaimana Allah timpakan atas orang-orang kafir dari Bani Israil seperti dijelaskan Allah Ta'ala di dalam Al-Qur'an : "Orang-orang kafir dari Bani Israil mendapatkan laknat melalui lisan Nabi Daud, dan Isa Ibnu Maryam yang demikian itu karena perbuatan maksiat mereka dan mereka melampaui batas. Mereka membiarkan kemungkaran yang mereka lakukan sungguh amat sangat jelek apa yang mereka lakukan." (Al-Maidah:78-79) Jika kelima sifat ini dapat direalisasikan dengan penuh tekad yang kuat maka dengan izin Allah kemenangan yang diharapkan akan dapat terwujud. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Janji Allah, dan Allah tidak ingkar akan janjinya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, mereka hanya mengetahui zhohir dari kehidupan dunia dan mereka lalai akan kehidupan akhirat."(Ar-rum:6-7). Seorang mukmin yang benar-benar meyakini janji Allah pasti mengetahui bahwa segala sebab-sebab materi bagaimanapun kuatnya semua itu tidak ada artinya dihadapan Allah. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menuntun kita untuk dapat lebih bertakwa kepada Allah sehingga terwujud segala apa yang menjadi harapan setiap muslim. Wallaahu a'lamu bis showab wa shallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin. Ahmad Daniel, Lc Beri Komentar
1. 28-08-2009 10:14 Asalamu'alaikum ustadz. . . semoga tetap istiqamah di jalan ALLah dan teguh berpegang dengan assunnah. ( amien ) Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Buku Tamu |
| ahlussunnah ..... merdeka |
| Di Tanggapi |
| Oleh yori |
| Buku Tamu |
| Bagaimana, kalau Yayasan Darel... |
| Di Tanggapi |
| Oleh Palakhi |
| Salurkan Donasi Anda |
| ana kirim 100rb ke rekening BN... |
| Di Tanggapi |
| Oleh abdullah |
| SEBAB-SEBAB KEHANCURAN |
| ana sangat sepakat sekali ana... |
| Di Tanggapi |
| Oleh meki |
| SEBAB-SEBAB KEHANCURAN |
| ana izin copy paste boleh? |
| Di Tanggapi |
| Oleh ibnu ali |
| Total Pengunjung | 72816 |
| Konsultasi : Telat melaksanakan Sholat disebabkan pekerjaan dan hati yang terfitnahKamis, 19 Juni 2008Pertanyaan :
Assalammu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ustadz.
1. Saya seorang karyawan toko, karena
pekerjaan, saya sering terlambat menunaikan shalat, saya sering shalat
zuhur jam 2,... Selengkapnya | Konsultasi Lainnya | |