Mutiara Hikmah

"Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran: 103)

"Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Ruum: 31-32)

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung-jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(Al-An'am: 159)

"Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS. Asy Syura: 13)

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."
(Al-Mu'minun: 52)

 

Info Bantuan Gempa

Info Dareliman
Info Dareliman
Ust M. Elvi Syam

Ust. Elvy Syam

Islamic Center

Fatwa Ulama

Kategori Konsultasi

Syndicate

Home
SEBAB-SEBAB KEMENANGAN YANG SEBENARNYA PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 Agustus 2009
Segala puji semata-mata hanya bagi Allah Dzat yang telah menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta menjauhi segala macam kesyirikan sebagai khalifah di muka bumi. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau yang telah mendidik para sahabat dan umatnya agar mereka senantiasa mendapatkan kejayaan di dunia dan akhirat.

Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan pertolongan kepada kaum mukmin di banyak tempat dan waktu, Allah subhanahu wa ta'ala telah menolong mereka pada waktu perang Badr, perang Ahzab, fathu Makkah, perang Hunain dan banyak lainnya, Allah menolong mereka sebagai bukti janji Allah Ta'ala yang terdapat di dalam Al-Qur'an :

"Wajib atas kami untuk menolong orang-orang mukmin."(Ar-Rum:47)

"Sesungguhnya kami akan menolong rasul-rasul kami dan mereka yang beriman di kehidupan dunia dan pada hari dimana saksi-saksi akan bangkit, yaitu suatu hari dimana tidak akan bermanfaat bagi orang-orang yang berlaku zalim alasan-alasan mereka, bagi mereka laknat dan tempat kembali yang buruk."

Allah menolong mereka karena mereka menegakkan agama Allah, agama yang telah dilebihkan Allah dari semua agama, siapa yang berpegang teguh dengan agama itu maka dia pun akan mendapatkan kelebihan dari bangsa dan umat manapun. Allah menolong mereka karena mereka melakukan sebab-sebab yang dapat mendatangkan kemenangan yang sebenarnya baik materil atau pun moril. Allah subhanahu wa ta'ala telah menjelaskan sebab-sebab kemenangan di dalam Al-Qur'an :

"Yaitu orang-orang yang apabila kami kokohkan mereka di muka bumi mereka mendirikan sholat, membayarkan zakat, memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran dan hanya bagi Allah lah akhir dari segala urusan."(Al-Hajj:41)

Di dalam dua ayat ini Allah menjelaskan sebab-sebab yang akan mendatangkan kemenangan yang hakiki bagi orang-orang mukmin, sebab-sebab ini adalah merupakan sifat-sifat orang mukmin setelah Allah mengokohkan mereka di muka bumi. Kejayaan yang mereka dapatkan tidak membuat mereka lupa kepada Allah, justru kemuliaan yang mereka dapatkan menjadikan mereka orang-orang yang semakin teguh berpegang dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Di antara sifat-sifat mereka yang disebutkan Allah adalah :

Pertama : Menjalankan ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Kejayaan dan kekuasaan di muka bumi tidaklah mungkin didapat melainkan dengan merealisasikan dan memurnikan ibadah semata-mata hanya kepada Allah. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh diantara kalian, Allah akan jadikan mereka khalifah di muka bumi sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, dan Allah akan mengokohkan agama yang telah Allah ridhoi atas mereka, dan Allah akan menggantikan rasa takut mereka dengan rasa aman apabila mereka semata-mata hanya beribadah kepada Allah dan tidak melakukan kesyirikan."(An-Nur:55) Jika sekiranya seorang hamba menjalankan kewajibannya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan di dalam perkataan dan perbuatanya, tidak ada yang dia harapkan kecuali hanya balasan dan keridhoan Allah semata, dia senantiasa beribadah baik dalam kondisi suka atau pun duka maka Allah pun akan memberikan kejayaan baginya di muka bumi.

Kedua : Mendirikan shalat seperti yang diinginkan oleh syari'at, melakukan segala syarat, rukun, segala kewajiban-kewajiban dan menyempurnakan shalat dengan melakukan hal-hal yang disunnahkan di dalamnya.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Yaitu orang-orang yang apabila kami kokohkan mereka di muka bumi mereka mendirikan sholat."(al-hajj:41) Syeikh Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan di dalam kitab tafsirnya sebab pemakaian kata "iqomatus shalat" di dalam Al-Qur'an adalah karena seseorang bisa saja dia melakukan shalat tapi dia tidak mendirikan shalat yaitu apabila dia tidak melakukan syarat, rukun dan kewajiban-kewajiban shalat. Shalat yang dapat mencegah dari kemungkaran dan perbuatan keji adalah shalat yang dikerjakan dengan syarat, rukun dan kewajiban-kewajiban shalat, shalatnya orang-orang yang menyempurnakan wudhu', ruku', i'tidal, sujud, shalat dengan khusyu' serta senantiasa menjaga shalat tepat pada waktunya dan dengan berjama'ah. Ammar bin Yasir berkata : "Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata : "Sesungguhnya seseorang selesai melakukan shalat dan dia hanya mendapatkan sepersepuluh dari shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setengah dari shalatnya." HR Abu Daud dan Nasaa'i.

Ketiga : Membayarkan zakat dan menyerahkannya kepada orang-orang yang berhak untuk mendapatkannya. Tidak mengurangi sedikitpun jumlah zakat yang harus dia keluarkan, justru dia mengeluarkan zakatnya dengan jiwa yang bersih, perasaan yang ridho, hanya mengharapkan ridho dan balasan Allah azza wa jalla tanpa mengharapkan pujian orang lain.

Keempat : Menjalankan amar ma'ruf. Al-Ma'ruf adalah segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya baik yang wajib atau yang mustahab. Orang-orang beriman senantiasa menegakkan amar ma'ruf untuk menghidupkan syari'at Allah, untuk memperbaiki umat manusia, untuk mendapatkan rahmat dan ridho Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seorang mukmin dengan saudara mukminnya yang lain seperti halnya sebuah bangunan yang saling mengokohkan dan menopang satu sama lainnya. Seorang mukmin juga mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri karena itulah dia senantiasa menegakkan amar ma'ruf dan mengajak saudaranya untuk menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya.

Kelima : Menegakkan nahi munkar. Al-Munkar adalah segala yang dilarang oleh syari'at baik dosa-dosa besar atau dosa-dosa kecil baik yang berkenaan dengan ibadah, akhlaq atau mu'amalah. Orang-orang mukmin mencegah segala kemungkaran sebagai bentuk penjagaan terhadap agama dan umat manusia serta membentengi diri dari segala sebab kerusakan dan hukuman Allah.

Amar ma'ruf nahi munkar adalah pondasi dan dua tiang yang amat sangat kokoh guna keberlansungan, kejayaan serta kesatuan umat sehingga mereka tidak akan diceraiberaikan oleh hawa nafsu dan jalan-jalan yang menyelisihi syari'at Allah azza wa jalla. Allah azza wa jalla berfirman : "Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dan mereka itulah orang-orang yang beruntung dan janganlah kalian menjadi seperti orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka tanda-tanda yang amat jelas bagi mereka adzab yang amat sangat besar."(Ali Imran:104-105)

Amar ma'ruf nahi munkar adalah keutamaan umat Nabi Muhammad atas umat-umat lainnya. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Kalian adalah sebaik-baik umat yang di lahirkan bagi manusia, kalian memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran serta beriman kepada Allah."(Ali Imran:110)

Meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar justru akan mengakibatkan umat manusia mendapatkan laknat Allah, sebagaimana Allah timpakan atas orang-orang kafir dari Bani Israil seperti dijelaskan Allah Ta'ala di dalam Al-Qur'an : "Orang-orang kafir dari Bani Israil mendapatkan laknat melalui lisan Nabi Daud, dan Isa Ibnu Maryam yang demikian itu karena perbuatan maksiat mereka dan mereka melampaui batas. Mereka membiarkan kemungkaran yang mereka lakukan sungguh amat sangat jelek apa yang mereka lakukan." (Al-Maidah:78-79)

Jika kelima sifat ini dapat direalisasikan dengan penuh tekad yang kuat maka dengan izin Allah kemenangan yang diharapkan akan dapat terwujud. Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman : "Janji Allah, dan Allah tidak ingkar akan janjinya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, mereka hanya mengetahui zhohir dari kehidupan dunia dan mereka lalai akan kehidupan akhirat."(Ar-rum:6-7). Seorang mukmin yang benar-benar meyakini janji Allah pasti mengetahui bahwa segala sebab-sebab materi bagaimanapun kuatnya semua itu tidak ada artinya dihadapan Allah. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menuntun kita untuk dapat lebih bertakwa kepada Allah sehingga terwujud segala apa yang menjadi harapan setiap muslim. Wallaahu a'lamu bis showab wa shallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin.

Ahmad Daniel, Lc

  

Beri Komentar
  • Mohon untuk TIDAK memalsukan NAMA dan IDENTITAS.
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

I wish being prevented by email of the comments which will follow




Komentar (1)
RSS comments
1. 28-08-2009 10:14
Asalamu'alaikum ustadz. . . semoga tetap istiqamah di jalan ALLah dan teguh berpegang dengan assunnah. ( amien )
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (Guest)

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Komentar Terbaru

Buku Tamu
ahlussunnah ..... merdeka
Di Tanggapi
Oleh yori

Buku Tamu
Bagaimana, kalau Yayasan Darel...
Di Tanggapi
Oleh Palakhi

Salurkan Donasi Anda
ana kirim 100rb ke rekening BN...
Di Tanggapi
Oleh abdullah

SEBAB-SEBAB KEHANCURAN
ana sangat sepakat sekali ana...
Di Tanggapi
Oleh meki

SEBAB-SEBAB KEHANCURAN
ana izin copy paste boleh?
Di Tanggapi
Oleh ibnu ali

Pengunjung

Saat ini ada 12 tamu online
Total Pengunjung72816

Konsultasi Islam

Konsultasi : Telat melaksanakan Sholat disebabkan pekerjaan dan hati yang terfitnah

Kamis, 19 Juni 2008

Pertanyaan : Assalammu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz. 1. Saya seorang karyawan toko, karena pekerjaan, saya sering terlambat menunaikan shalat, saya sering shalat zuhur jam 2,...
Selengkapnya

Konsultasi Lainnya
Free Joomla Templates