Mutiara Hikmah

"Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran: 103)

"Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Ruum: 31-32)

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung-jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(Al-An'am: 159)

"Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS. Asy Syura: 13)

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."
(Al-Mu'minun: 52)

 

Info Bantuan Gempa

Info Dareliman
Info Dareliman
Ust M. Elvi Syam

Ust. Elvy Syam

Islamic Center

Fatwa Ulama

Kategori Konsultasi

Syndicate

Home
Puasa Enam Hari Bulan Syawwal PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 September 2009
Puasa enam hari pada bulan syawwal di syari'atkan, bagaimana cara pelaksanaanya? silahkan dibaca penjelasan syeikh Ibn Utsaimin rahimahullah...

Puasa enam hari syawwal

Syeikh Ibn Utsaiminmengatakan:

Puasa enam hari dari bulansyawwal ini berdasarkan sabda Nabi - shallahu 'alaihi wa sallam - :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍكَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر (رواه مسلم و أبو داود و الترمذي و ابن ماجه )

Barangsiapa yang telahmengerjakan puasa Ramadhan, kemudian diukutinya dengan enam hari pada bulanSyawwal maka seakan-akan dia puasa sepanjang masa." (H.R. Muslim, AbuDawud, Al-Tirmizi dan Ibn Majah).

Maka disunatkan bagi seseoranguntuk puasa enam hari pada bulan Syawwal.

Para Fuqaha' berkata: yanglebih afdhal mulai langsung setelah hari Ied, karena hal itu merupakankesegeraan kepada perbuatan baik. Dan yang lebih afdhal hendaklah dikerjakanberturut-turut, karena hal itu lebih memudahkan, dan juga agar segeramenyelesaikan perbuatan yang disyariatkan ini.

Oleh karena itu, disunatkanuntuk berpuasa pada hari kedua dari bulan syawwal dan dikerjakan beruntunsampai selesai. Enam hari ini akan berakhir pada hari ke delapan dari bulansyawwal. Hari ke delapan ini dinamakan oleh orang awwam hari iedul abrar (hariraya orang baik), artinya orang-orang yang puasa enam hari pada bulan syawwal.

Akan tetapi ini adalahperbuatan bid'ah. Hari ke delapan itu bukanlah hari raya orang baik dan bukanpula orang bejat.

Kemudian, konsekwensi dariperkataan mereka bahwa orang yang tidak puasa enam hari pada bulan syawwalbukan termasuk orang baik. Stetmen seperti ini adalah salah, karena seseorangjika telah menunaikan yang wajib maka dia telah berbuat baik. Walaupun sebagianamalan baik itu lebih sumpurna dari pada yang lain.

Kemudian sunnahnya, hendaklahdikerjakan puasa enam hari itu setelah selesai puasa ramadhan bukan sebelumnya.Dengan demikian, orang yang memiliki kewajiban mangqada' kemudian diamengerjakan puasa enam hari  sebelummengerjkan qada' itu maka dia tidak akan mendapatkan pahala puasa enam, karenanabi mengatakan: barangsiapa yang telah puasa ramadhan.

Orang yang masih memilikihutang, maka tidak bisa dikatakan bahwa dia sudah selasai puasa ramadhan, tapiia puasa sebagiannya. Permasalahan ini tidak sama dengan permasalahan puasasunat dikerjakan sebelum mengqada' puasa. Karena puasa sunat enam hari inidibatasi oleh nabi - shallahu 'alaihi wa sallam – dengan satu syaratyaitu dikerjakan setelah puasa ramadhan. sebagian orang mengira bahwa dasarpermasalahan ini sama dengan perbedaan pendapat dalam keabsahan puasa sunatsebelum mengqada' ramadhan. pembahasan ini sudah berlalu pembahasannya, bahwayang rajih itu bolehnya puasa sunat (seperti senin, kamis, tiga hari setiapbulan-pent) dan puasanya sah selagi waktu untuk mengqada' tidak sempit.

Rujukan: Muhammad Ibn SolehIbn Utsaimin, al-Syarh al-Mumti', Riyadh,Muassasah Asam, 1996, jilid VI, hal 467-468

Diterjemahkan oleh : MuhammadElvi Syam, Lc

Beri Komentar
  • Mohon untuk TIDAK memalsukan NAMA dan IDENTITAS.
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

I wish being prevented by email of the comments which will follow




Komentar (2)
RSS comments
1. 25-09-2009 08:34
Jazaakumullahu Khairoan Katsiran atas informasinya. 
Barakallahu fiikum. 
 
Salam kenal Yaa Akhii, 
Alharits ibnu Abil Harits. 
www.ilmu1000.com
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (Guest)
2. 25-09-2009 08:40
Jazaakumullahu Khairan. 
Ustadz, ana mau tanya. 
 
Ana mempunyai hutang puasa. Apakah ana mendahulukan membayar hutang ataukah berpuasa di bulan syawal? 
 
Dari: 
www.ilmu1000.co.cc
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (Guest)

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Komentar Terbaru

Buku Tamu
ahlussunnah ..... merdeka
Di Tanggapi
Oleh yori

Buku Tamu
Bagaimana, kalau Yayasan Darel...
Di Tanggapi
Oleh Palakhi

Salurkan Donasi Anda
ana kirim 100rb ke rekening BN...
Di Tanggapi
Oleh abdullah

SEBAB-SEBAB KEHANCURAN
ana sangat sepakat sekali ana...
Di Tanggapi
Oleh meki

SEBAB-SEBAB KEHANCURAN
ana izin copy paste boleh?
Di Tanggapi
Oleh ibnu ali

Pengunjung

Saat ini ada 13 tamu online
Total Pengunjung72697

Konsultasi Islam

Konsultasi : Telat melaksanakan Sholat disebabkan pekerjaan dan hati yang terfitnah

Kamis, 19 Juni 2008

Pertanyaan : Assalammu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz. 1. Saya seorang karyawan toko, karena pekerjaan, saya sering terlambat menunaikan shalat, saya sering shalat zuhur jam 2,...
Selengkapnya

Konsultasi Lainnya
Free Joomla Templates