| SEBAB-SEBAB KEHANCURAN |
|
|
|
| Rabu, 16 Desember 2009 | ||||||
|
Segala puji bagi Allah
yang Maha Kuat, perkasa, Yang menguasai langit dan bumi, hanya kepada-Nya kita
menyembah dan memohon pertolongan. Sholawat dan salam kepada kholilullah nabi
Muhammad Shallallahu`alaihi wa sallam yang merupakan penunjuk jalan menuju sorga,
maka siapa yang menempuh jalan beliau, pastilah dia akan sampai kepada puncak
kenikmatan yakni sorga.
Setiap kita tentu tidak
ingin berada dalam kehancuran, maka diperlukan pengetahuan tentang sebab-sebab
datangnya kehancuran tersebut. Agar kita bisa menghindarinya, diantara penyebab
kehancuran adalah :
1.
KEZHOLIMAN
Banyak sekali ayat-ayat
Allah yang menerangkan tentang hal ini` diantaranya : “Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim,
dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.” (QS Al-Kahfi
[18] : 59)
“Berapalah banyaknya
kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zhalim,
maka (tembok-tembok)
“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh
disebabkan kezhaliman mereka.” (QS An-Najm [27] : 52)
“maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali
(bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada
kaum yang berdosa.” (QS Al-Ahqaaf [46] : 25). Maka kezhaliman adalah penyebab utama
datangnya musibah dan kehancuran. Kezhaliman yang paling besar adalah syirik
kepada Allah, sebagaimana firman Allah Ta`ala : “Sesungguhnya
syirik (mempersekutukan Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
(QS Luqman [31]. Karena syirik merupakan bentuk pengkhianatan terbesar
kepada Allah yang telah menciptakan manusia dan memberinya rezki serta segala
kebutuhan hidupnya. Syirik yang dimaksud yaitu, memberikan sesuatu yang khusus
hanya untuk Allah kepada selain Allah. Contoh hal-hal yang khusus untuk Allah :
penyembahan, ibadah, do`a, memohon pertolongan, rasa takut, pengharapan, cinta,
penyembelihan dan lainnya. Ketika hal-hal yang khusus tersebut diberikan kepada
selain Allah, seperti jin, syaithon, kuburan-kuburan yang dikeramatkan, dukun,
tukang ramal, jimat-jimat dan seterusnya, maka itulah kesyirikan. Imam Bin Bazz
rahimahullah mengatakan dalam al-Majalat ul-Buhuut al-Islamiyyah (no. 51)
“Semua yang terjadi dari gempa dan lainnya adalah karena perbuatan syirik dan
ketidaktaatan, sebagaimana Allah berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa
kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs Asy-Syuura [42] :
30).
Allah berfirman tentang kaum terdahulu:
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami
siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan
kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras
yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan
di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”
(Qs Al-Ankabuut [29] : 40). Kemudian apa yang wajib pada saat terjadinya
gempa dan musibah lain dari tanda-tanda seperti gerhana, angin topan dan
banjir, adalah bertaubat kepada Allah dan memohon kepada-Nya diberi kesehatan,
pertolongan untuk berdzikir kepada-Nya dan memohon pengampunan dari Allah”.
Keselamatan dan kebahagiaan hanya bisa diperoleh ketika semua kesyirikan telah
kita tinggalkan dan beralih kepada tauhid yang murni.
2.
DOSA DAN MAKSIAT
Ya, wahai hamba Allah! Juga dari sebab-sebab
kehancuran adalah kemaksiatan di muka bumi, dan jika Allah hendak menghancurkan
dan membinasakan suatu negeri, Allah akan memberikan kekuasaan kepada
orang-orang yang menyebabkan kerusakan dan kefasikan. Sebagaimana Allah
berfirman:
“Dan
jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada
orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta'ati Allah) tetapi
mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku
terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu
sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra [17] : 16)
Allah berfirman kepada Nabi-Nya
Muhammad:
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati
dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi
mereka. Pada hari mereka melihat azhab yang diancamkan kepada mereka (merasa)
seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah)
suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”
(QS Al-Ahqaaf [46] : 35)
Siapakah orang-orang yang
dibiniasakan itu? Siapakah orang yang membawa dirinya kepada kehancuran? Mereka
adalah orang-orang yang berdosa, yang melanggar, dan durhaka. Dan dari penyebab
kehancuran adalah menghabiskan waktu untuk perbuatan dosa, menghabiskan waktu
untuk selain ketaatan kepada Allah, menghabiskan harta pada hal-hal yang tidak
disukai Allah. Allah berfirman setelah menyebutkan para Nabi: Kemudian Kami
tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan
mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang
melampaui batas.” (QS Al-Anbiyaa [21] : 9)
Dan dari penyebab-penyebab kebinasaan
adalah mencari hal-hal yang menyebabkan dosa dan kefasikan dan terus-menerus
dalam dosa-dosa itu, sebagaimana Allah berfirman: “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah
Kami binasakan sebelum mereka,
padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami
berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan
yang lebat atas mereka dan Kami jadikan
sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan
mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi
yang lain.” (QS Al-An’am [6] : 6)
Dan Allah berfirman: “Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu
benar-benar berkata, "tidak ada kematian
selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,
maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang
benar". Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami
telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.”
(QS Ad-Dukhan [44] : 34-37)
Wahai hamba Allah! Dalil-dalil yang
jelas dan singkat dari Al-Qur’an ini mengabarkan kepada kita kabar yang penting
dan menjadikan jelas bagi kita tujuan dari dalil-dalil yang jelas bahwa
sebab-sebab kehancuran adalah apa yang Allah sebutkan; kezaliman, kedurhakaan,
dan dosa-dosa, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam Miftah Daar
As-Sa’adah mengatakan: “Dari pengaruh dosa-dosa dan kefasikan adalah
menyebabkan kerusakan di bumi, kerusakan di laut, angin, tanaman dan tempat hunian,
Allah berfirman: “Telah nampak kerusakan di
darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah
merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum [30] : 41) ketika dosa-dosa
nampak jelas, maka Allah pun menampakkan azhab, dari pengaruh kefasikan di muka
bumi dan
kehinaan adalah gempa bumi yang
membinasakan.
3. BERPALING DARI
AL-QUR`AN DAN AS-SUNNAH
Dan Allah berfirman, menjelaskan
bahwa penyebab kehancuran adalah menjauh dari Al-Qur’an dan Sunnah: “Dan mereka melarang (orang lain)
mendengarkan Al-Qur`an dan mereka sendiri
menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak
menyadari.” (QS Al-An’am [6] : 26) Setelah menyebutkan nasib orang-orang
yang menjauhkan diri dari Al-Qur’an, Dia berfirman: “mereka melarang (orang
lain) mendengarkan Al-Qur’an” dan menjauhkan diri mereka darinya dan
menghalangi orang lain darinya, inilah perbuatan mereka! Kejahatannya kembali
kepadanya, pelanggaran dan dosadosanya kembali kepadanya, ia kembali sebagai
akibat dari perbuatanperbuatannya. Dan mereka menghalangi orang lain dari
Al-Qur’an, mereka menghalangi dan meninggalkan Al-Qur’an, “dan mereka hanyalah membinasakan
diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” Dengan perbuatan-perbuatan
itu mereka berpikir bahwa mereka menghancurkan manusia dan memalingkan
mereka.Orang-orang yang berpaling dari Al-Qur’an, orang-orang yang beralih dari
Al- Qur’an dan orang-orang yang melarang dari Al-Qur’an dan orang-orang yang menjauhkan
diri mereka dari Al-Qur’an, maka kemurkaan Allah akan menimpa mereka, kutukan
dan azab Allah pada kehidupan sekarang ini dan kehidupan di akhirat kelak. “…karena
Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam
kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan.” (QS
Fushilat [41] : 16) “Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat
lebih besar jika mereka mengetahui.” (QS Al-Qalam [68] : 33)
Demi Allah, wahai hamba Allah!
Sesungguhnya azab dan kebinasaan, penyakit dan marabahaya dan setiap bencana
yang terjadi di dunia adalah karena dosa-dosa para hamba, dan karena mereka
jatuh kedalam kedurhakaan kepada Allah. Anda tentunya telah mendengar dan
mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang terdapat
di dalam kedua kitab shahih, hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan
banyak diantara kalian yang menyebutkan hadits ini kemarin, Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Cukuplah dengan apa yang aku tinggalkan untuk
kalian atau banyak diantara kamu akan binasa. Umat sebelummu binasa karena
terlalu banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka.”(HR.Bukhari-Muslim) Membantah
para Nabi adalah kebinasaan! Maka kepadamu ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan
bagaimana Allah membinasakan orang-orang yang menyelisihi para Nabi dan
menjauhi para Nabi-nya.
Allah menyelamatkan Musa Alaihis
Salam dan menenggelamkan Fir’aun karena ia berpaling dari Musa ‘Alaihis
Salam, dan menginginkan kematian Musa ‘Alaihis Salam. Kaum nabi Nuh,
karena ketidaktaatan mereka kepada Nuh ‘Alaihis Salam Allah menenggelamkan mereka, sampai batas
dimana permukaan air naik sampai ke atas gunung-gunung dan seterusnya mengalir
dari gunung-gunung tersebut. Dan tidak mungkin seseorang untuk selamat dan lari
daripada banjir yang sedemikian itu. Sungguh, kefasikanlah yangmenyebabkan
gelombang air mencapai puncak gunung dan biasanya air laut tidak terjadi
seperti itu. Hanya orang-orang yang mengikuti Nuh ‘Alahis Salam yang selamat
dan hanya sedikit diantara mereka yang beriman kepadanya. sebagaimana yang
Allah kisahkan. Kisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam terdapat di dalam
Al-Qur’an
Bacalah Al-Qur’an, wahai hamba Allah!
Tadaburilah Al-Qur’an wahai hamba Allah! Ketahuilah bahwa di dalam Al-Qur’an
merupakan obat bagi apa (penyakit-penyakit –pent) yang ada di dalam hati! Dan
bahwa semua kerusakan adalah karena menjauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu
‘Alahi wa sallam. Nabi Syu’aib ‘Alaihis Salam datang kepada kaumnya dan
berkata: “sempurnakanlah takaran”, kejahatan kaum Syu’aib ‘Alaihis Salam
adalah mereka hanya mengurangi timbangan dari yang sebenarnya, mereka menipu
orang-orang dalam timbangan. Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya bahwa
azab pada hari yang dinaungi awan hitam adalah Allah mengirimkan awan kepada
kaum Syu’aib dan menurunkan hujan kepada mereka sampai mereka binasa.kaum Nabi
Luth ‘Alaihis Salam Allah timpakan hujan kepada mereka. Dari apakah
hujan itu? Air? Bukan! Allah menghujani mereka dengan batu dari tanah yang
terbakar! Dan menjadikan bagian yang tinggi menjadi bagian yang rendah! Allah
menaikkan permukaan bumi. Allah mengirim malaikat Jibril ‘Alaihis Salam untuk
membalikkan tanah ke atas mereka! Sampai menurut beberapa ahli tafsir Al-Qur’an
para malaikat mendengarkan suara azab dan ledakan di langit! Hal ini karena
sebuah dosa, dosa homoseksual!
Demikian pula kaum ‘Aad dan pasti
anda telah mendengar kisahnya ketika Allah mengirimkan angin dan membinasakan
mereka! Demikian pula Tsamud, yang membunuh unta betina dan berkata kepada
Shalih ‘Alaihis Salam “datangkanlah kepada kami sebuah tanda jika
engkau adalah benar”, Allah menurunkan azab dan membinasakan mereka sampai
rumahrumah kaum Tsamud hancur berkeping-keping. Rasulullah Shallallahu ‘
Ia berada di dataran rendah, dan
memasuki dataran rendah yang dibinasakan tidak diperbolehkan, kecuali mereka
yang menangis (ketika memasukinya), dan adapun yang tidak menangis,
dikhawatirkan mereka akan mendapati azab Allah. Allah menghancurkan
tempat-tempat yang demikian. Kemudian setelah itu. Setelah kita mengetahui
sebab-sebab kehancuran suatu kaum, bagi mereka yang menyelisihi nabi-nabinya,
bagi kaum yang membantah nabi-nabi mereka, adalah sebuah kehancuran!
Barangsiapa yang membantah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Nabi yang
membawa rahmat dan petunjuk yang sempurna yang datang dengan ketetapan syariat untuk
menasakh semua syariat dan agama terdahulu, dan demikian juga barangsiapa yang
mencari selain syariat yang dibawanya, dan berbahagia dengan yang selain agamanya,
maka dia termasuk orang-orang yang merugi dan orang-orang kafir. Barangsiapa
yang merasa cukup dengan agama Nabi Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam yang
datang dan menghapus syariat-syariat terdahulu: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an
dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab
(yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.
maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu.” (QS. Al-Ma’idah [5] : 48)
Sungguh Allah telah menghapus
syariat-syariat terdahulu dengan Syariat yang ditetapkan-Nya (yang diberikan
kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), maka barangsiapa yang menentang
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau memalingkan orang lain dari
Al-Qur’an kepada hokum-hukum selainnya, atau mengikuti hawa nafsu, atau
keinginan-keinginan yang sia-sia dan yang serupa dengannya, telah mengarahkan
dirinya kepada kehancuran dan kebinasaan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang
akan dating. Seseorang tidak akan selamat kecuali dengan berpegang kepada
Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menurut
pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Semoga Allah memberikan taufik
kepada orang-orang yang Dia cintai dan ridhai, segala puji bagi Allah Rabbul
alamin.
Abu Husain as-Sunni
(diringkas dengan berbagai perubahan
dari buku Sebab-sebab Kehancuran karya: Syaikh Yahya Al-Hajuri, Alih Bahasa :
Ummu Abdillah, editor : Abu Hasanain Ainur Reza, Lc.)
Beri Komentar
1. 28-01-2010 23:33 ana izin copy paste boleh? 2. 05-02-2010 22:14 ana sangat sepakat sekali ana berazam untuk menjadikan judul ini menjadi judul skripsi ana Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|