Mutiara Hikmah

"Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran: 103)

"Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Ruum: 31-32)

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung-jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(Al-An'am: 159)

"Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS. Asy Syura: 13)

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."
(Al-Mu'minun: 52)

 

Info Bantuan Gempa

Info Dareliman
Info Dareliman
Ust M. Elvi Syam

Ust. Elvy Syam

Fatwa Ulama

Kategori Konsultasi

Islamic Center Dar el Iman Sumatera Barat

Home arrow Nasehat arrow SEBAB-SEBAB KEHANCURAN
SEBAB-SEBAB KEHANCURAN PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 Desember 2009

Segala puji bagi Allah yang Maha Kuat, perkasa, Yang menguasai langit dan bumi, hanya kepada-Nya kita menyembah dan memohon pertolongan. Sholawat dan salam kepada kholilullah nabi Muhammad Shallallahu`alaihi wa sallam yang merupakan penunjuk jalan menuju sorga, maka siapa yang menempuh jalan beliau, pastilah dia akan sampai kepada puncak kenikmatan yakni sorga.

Setiap kita tentu tidak ingin berada dalam kehancuran, maka diperlukan pengetahuan tentang sebab-sebab datangnya kehancuran tersebut. Agar kita bisa menghindarinya, diantara penyebab kehancuran adalah :

1.     KEZHOLIMAN

Banyak sekali ayat-ayat Allah yang menerangkan tentang hal ini` diantaranya : “Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.” (QS Al-Kahfi [18] : 59)

 “Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zhalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,” (QS Al-Hajj [22] : 45)

“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezhaliman mereka.” (QS An-Najm [27] : 52)

“maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (QS Al-Ahqaaf [46] : 25). Maka kezhaliman adalah penyebab utama datangnya musibah dan kehancuran. Kezhaliman yang paling besar adalah syirik kepada Allah, sebagaimana firman Allah Ta`ala : Sesungguhnya syirik (mempersekutukan Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS Luqman [31]. Karena syirik merupakan bentuk pengkhianatan terbesar kepada Allah yang telah menciptakan manusia dan memberinya rezki serta segala kebutuhan hidupnya. Syirik yang dimaksud yaitu, memberikan sesuatu yang khusus hanya untuk Allah kepada selain Allah. Contoh hal-hal yang khusus untuk Allah : penyembahan, ibadah, do`a, memohon pertolongan, rasa takut, pengharapan, cinta, penyembelihan dan lainnya. Ketika hal-hal yang khusus tersebut diberikan kepada selain Allah, seperti jin, syaithon, kuburan-kuburan yang dikeramatkan, dukun, tukang ramal, jimat-jimat dan seterusnya, maka itulah kesyirikan. Imam Bin Bazz rahimahullah mengatakan dalam al-Majalat ul-Buhuut al-Islamiyyah (no. 51) “Semua yang terjadi dari gempa dan lainnya adalah karena perbuatan syirik dan ketidaktaatan, sebagaimana Allah berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs Asy-Syuura [42] : 30).

Allah berfirman tentang kaum terdahulu: “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs Al-Ankabuut [29] : 40). Kemudian apa yang wajib pada saat terjadinya gempa dan musibah lain dari tanda-tanda seperti gerhana, angin topan dan banjir, adalah bertaubat kepada Allah dan memohon kepada-Nya diberi kesehatan, pertolongan untuk berdzikir kepada-Nya dan memohon pengampunan dari Allah”. Keselamatan dan kebahagiaan hanya bisa diperoleh ketika semua kesyirikan telah kita tinggalkan dan beralih kepada tauhid yang murni.

 

2.     DOSA DAN MAKSIAT

Ya, wahai hamba Allah! Juga dari sebab-sebab kehancuran adalah kemaksiatan di muka bumi, dan jika Allah hendak menghancurkan dan membinasakan suatu negeri, Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang menyebabkan kerusakan dan kefasikan. Sebagaimana Allah berfirman:

 “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta'ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra [17] : 16)

Allah berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad:

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azhab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.” (QS Al-Ahqaaf [46] : 35)

Siapakah orang-orang yang dibiniasakan itu? Siapakah orang yang membawa dirinya kepada kehancuran? Mereka adalah orang-orang yang berdosa, yang melanggar, dan durhaka. Dan dari penyebab kehancuran adalah menghabiskan waktu untuk perbuatan dosa, menghabiskan waktu untuk selain ketaatan kepada Allah, menghabiskan harta pada hal-hal yang tidak disukai Allah. Allah berfirman setelah menyebutkan para Nabi: Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Anbiyaa [21] : 9)

Dan dari penyebab-penyebab kebinasaan adalah mencari hal-hal yang menyebabkan dosa dan kefasikan dan terus-menerus dalam dosa-dosa itu, sebagaimana Allah berfirman: “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan

mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (QS Al-An’am [6] : 6)

 

Dan Allah berfirman: “Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata, "tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan, maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar". Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (QS Ad-Dukhan [44] : 34-37)

Wahai hamba Allah! Dalil-dalil yang jelas dan singkat dari Al-Qur’an ini mengabarkan kepada kita kabar yang penting dan menjadikan jelas bagi kita tujuan dari dalil-dalil yang jelas bahwa sebab-sebab kehancuran adalah apa yang Allah sebutkan; kezaliman, kedurhakaan, dan dosa-dosa, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam Miftah Daar As-Sa’adah mengatakan: “Dari pengaruh dosa-dosa dan kefasikan adalah menyebabkan kerusakan di bumi, kerusakan di laut, angin, tanaman dan tempat hunian, Allah berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum [30] : 41) ketika dosa-dosa nampak jelas, maka Allah pun menampakkan azhab, dari pengaruh kefasikan di muka bumi dan

kehinaan adalah gempa bumi yang membinasakan.

 

3.     BERPALING DARI AL-QUR`AN DAN AS-SUNNAH

Dan Allah berfirman, menjelaskan bahwa penyebab kehancuran adalah menjauh dari Al-Qur’an dan Sunnah: “Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur`an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” (QS Al-An’am [6] : 26) Setelah menyebutkan nasib orang-orang yang menjauhkan diri dari Al-Qur’an, Dia berfirman: “mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an” dan menjauhkan diri mereka darinya dan menghalangi orang lain darinya, inilah perbuatan mereka! Kejahatannya kembali kepadanya, pelanggaran dan dosadosanya kembali kepadanya, ia kembali sebagai akibat dari perbuatanperbuatannya. Dan mereka menghalangi orang lain dari Al-Qur’an, mereka menghalangi dan meninggalkan Al-Qur’an, “dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” Dengan perbuatan-perbuatan itu mereka berpikir bahwa mereka menghancurkan manusia dan memalingkan mereka.Orang-orang yang berpaling dari Al-Qur’an, orang-orang yang beralih dari Al- Qur’an dan orang-orang yang melarang dari Al-Qur’an dan orang-orang yang menjauhkan diri mereka dari Al-Qur’an, maka kemurkaan Allah akan menimpa mereka, kutukan dan azab Allah pada kehidupan sekarang ini dan kehidupan di akhirat kelak. “…karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan.” (QS Fushilat [41] : 16) “Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.” (QS Al-Qalam [68] : 33)

Demi Allah, wahai hamba Allah! Sesungguhnya azab dan kebinasaan, penyakit dan marabahaya dan setiap bencana yang terjadi di dunia adalah karena dosa-dosa para hamba, dan karena mereka jatuh kedalam kedurhakaan kepada Allah. Anda tentunya telah mendengar dan mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang terdapat di dalam kedua kitab shahih, hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan banyak diantara kalian yang menyebutkan hadits ini kemarin, Nabi    Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Cukuplah dengan apa yang aku tinggalkan untuk kalian atau banyak diantara kamu akan binasa. Umat sebelummu binasa karena terlalu banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka.”(HR.Bukhari-Muslim) Membantah para Nabi adalah kebinasaan! Maka kepadamu ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan bagaimana Allah membinasakan orang-orang yang menyelisihi para Nabi dan menjauhi para Nabi-nya.

Allah menyelamatkan Musa Alaihis Salam dan menenggelamkan Fir’aun karena ia berpaling dari Musa ‘Alaihis Salam, dan menginginkan kematian Musa ‘Alaihis Salam. Kaum nabi Nuh, karena ketidaktaatan mereka kepada Nuh ‘Alaihis Salam  Allah menenggelamkan mereka, sampai batas dimana permukaan air naik sampai ke atas gunung-gunung dan seterusnya mengalir dari gunung-gunung tersebut. Dan tidak mungkin seseorang untuk selamat dan lari daripada banjir yang sedemikian itu. Sungguh, kefasikanlah yangmenyebabkan gelombang air mencapai puncak gunung dan biasanya air laut tidak terjadi seperti itu. Hanya orang-orang yang mengikuti Nuh ‘Alahis Salam yang selamat dan hanya sedikit diantara mereka yang beriman kepadanya. sebagaimana yang Allah kisahkan. Kisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam terdapat di dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara, Hud dan dalam surat-surat lain.

Bacalah Al-Qur’an, wahai hamba Allah! Tadaburilah Al-Qur’an wahai hamba Allah! Ketahuilah bahwa di dalam Al-Qur’an merupakan obat bagi apa (penyakit-penyakit –pent) yang ada di dalam hati! Dan bahwa semua kerusakan adalah karena menjauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alahi wa sallam. Nabi Syu’aib ‘Alaihis Salam datang kepada kaumnya dan berkata: “sempurnakanlah takaran”, kejahatan kaum Syu’aib ‘Alaihis Salam adalah mereka hanya mengurangi timbangan dari yang sebenarnya, mereka menipu orang-orang dalam timbangan. Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya bahwa azab pada hari yang dinaungi awan hitam adalah Allah mengirimkan awan kepada kaum Syu’aib dan menurunkan hujan kepada mereka sampai mereka binasa.kaum Nabi Luth ‘Alaihis Salam Allah timpakan hujan kepada mereka. Dari apakah hujan itu? Air? Bukan! Allah menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar! Dan menjadikan bagian yang tinggi menjadi bagian yang rendah! Allah menaikkan permukaan bumi. Allah mengirim malaikat Jibril ‘Alaihis Salam untuk membalikkan tanah ke atas mereka! Sampai menurut beberapa ahli tafsir Al-Qur’an para malaikat mendengarkan suara azab dan ledakan di langit! Hal ini karena sebuah dosa, dosa homoseksual!

Demikian pula kaum ‘Aad dan pasti anda telah mendengar kisahnya ketika Allah mengirimkan angin dan membinasakan mereka! Demikian pula Tsamud, yang membunuh unta betina dan berkata kepada Shalih ‘Alaihis Salam  “datangkanlah kepada kami sebuah tanda jika engkau adalah benar”, Allah menurunkan azab dan membinasakan mereka sampai rumahrumah kaum Tsamud hancur berkeping-keping. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu sekalian memasuki daerah kaum yang telah disiksa, kecuali jika kamu sekalian menangis. Kalau kamu tidak menangis, janganlah memasuki daerah mereka agar kalian tidak tertimpa apa yang menimpa mereka”(HR.Bukhari-Muslim)

Ia berada di dataran rendah, dan memasuki dataran rendah yang dibinasakan tidak diperbolehkan, kecuali mereka yang menangis (ketika memasukinya), dan adapun yang tidak menangis, dikhawatirkan mereka akan mendapati azab Allah. Allah menghancurkan tempat-tempat yang demikian. Kemudian setelah itu. Setelah kita mengetahui sebab-sebab kehancuran suatu kaum, bagi mereka yang menyelisihi nabi-nabinya, bagi kaum yang membantah nabi-nabi mereka, adalah sebuah kehancuran! Barangsiapa yang membantah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Nabi yang membawa rahmat dan petunjuk yang sempurna yang datang dengan ketetapan syariat untuk menasakh semua syariat dan agama terdahulu, dan demikian juga barangsiapa yang mencari selain syariat yang dibawanya, dan berbahagia dengan yang selain agamanya, maka dia termasuk orang-orang yang merugi dan orang-orang kafir. Barangsiapa yang merasa cukup dengan agama Nabi Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam yang datang dan menghapus syariat-syariat terdahulu:  “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” (QS. Al-Ma’idah [5] : 48)

Sungguh Allah telah menghapus syariat-syariat terdahulu dengan Syariat yang ditetapkan-Nya (yang diberikan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), maka barangsiapa yang menentang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau memalingkan orang lain dari Al-Qur’an kepada hokum-hukum selainnya, atau mengikuti hawa nafsu, atau keinginan-keinginan yang sia-sia dan yang serupa dengannya, telah mengarahkan dirinya kepada kehancuran dan kebinasaan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan dating. Seseorang tidak akan selamat kecuali dengan berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menurut pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Semoga Allah memberikan taufik kepada orang-orang yang Dia cintai dan ridhai, segala puji bagi Allah Rabbul alamin.

 

                                                                                                                                                                     Abu Husain as-Sunni

(diringkas dengan berbagai perubahan dari buku Sebab-sebab Kehancuran karya: Syaikh Yahya Al-Hajuri, Alih Bahasa : Ummu Abdillah, editor : Abu Hasanain Ainur Reza, Lc.)

 

Beri Komentar
  • Mohon untuk TIDAK memalsukan NAMA dan IDENTITAS.
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:

I wish being prevented by email of the comments which will follow




Komentar (2)
RSS comments
1. 28-01-2010 23:33
ana izin copy paste boleh?
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (Guest)
2. 05-02-2010 22:14
ana sangat sepakat sekali 
ana berazam untuk menjadikan judul ini menjadi judul skripsi ana
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya (Guest)

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Free Joomla Templates