| Nasehat Para Imam Mahzab |
|
|
|
| Rabu, 05 Desember 2007 | ||||||
|
Melihat fenomena saat
ini, timbul berbagai pemikiran dan pandangan tentang menentukan suatu masalah
yang kadang-kadang tidak ada dasar hukumnya, baik secara individu maupun secara
kolektif. Salah satu fenomena adalah saling bermusuhan atau saling menyerang
antara satu pihak dengan pihak lain. Mereka lalai bahwa para As-salafus Shaleh
(pendahulu) dan para imam dulu berada di atas puncak solidaritas dan kelapangan
wawasan ilmu. Hal ini disebabkan sebagian kaum muslimin saat ini jauh dari
Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mereka senantiasa bersikap fanatisme kepada pendapat,
pakar, tokoh, firqoh, tradisi, kelompok, organisasi, golongan, suku, budaya
atau menisbatkan diri kepada sebutan tertentu, misalnya, Islam moderat, Islam
reaksioner, Islam ekstrim, Islam tengah, Islam kanan, Islam kiri dan sebutan
lain sebagainya, yang menyebabkan timbulnya kebingungan, kekeliruan,
penyimpangan, anarkis, kekesatan, kemaksiatan, usaha untuk menjatuhkan
pemerintahan yang sah, bahkan sampai terjerumus kesyirikan. Dari semua hal itu
akan muncul keinginan hawa nafsu dan sikap egois (menang sendiri), sempit
wawasan, hedonis dan apatis
Ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.." (QS. Yusuf : 53) firman Allah Ta'ala yang lain : "Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui" (QS. Al-Jatsiyah : 18). Mereka yang masuk dalam golongan yang fanatik mewajibkan kaum muslimin dengan sesuatu yang tidak lazim untuk berbuat taklid. Bahkan mereka mempengaruhi kaum muslimin dengan penyimpangan-penyimpangan yang lain, seperti dalam ucapan mereka, " wajib untuk taklid terhadap salah satu mazhab (pendapat), tidak boleh lebih dari itu." . Pendakwaan yang jelek seperti ini telah mereka suguhkan kepada mayoritas kaum muslimin sehingga menyebabkan persatuan kaum muslimin menjadi pecah, kekuatan mereka menjadi lemah sehingga mereka menjadi mangsa, seperti makanan di dalam talam. Ini semua dilarang oleh Islam karena termasuk perilaku yang tidak terpuji. Racun fanatisme dengan berbagai bentuk dan jenisnya, semua itu dimurkai oleh Allah Subhana wa Ta'ala.: "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah ) menjadi beberapa golongan , tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka " (QS..Al-An'am : 159). Firman Allah Ta'ala yang lain : "Kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka " (QS. Ar-Rum :31-32). Maka sudah saatnya kita kembali dan berkiblat kepada argumen yang Shahih dan benar. Segala perselisihan dan kefanatikan dikembalikan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah jika kita benar-benar Beriman kepada Allah Subhanallah wa Ta'ala : "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" (Qs. An-Nisa : 59). Para ulama menuturkan , " Semua orang sepakat bahwa orang yang taklid tidaklah termasuk ahlul Ilmu (orang yang berilmu atau ulama), karena ilmu adalah mengenal kebenaran beserta dalil-dalilnya". Kita tidak diperintahkan kecuali mengikuti Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah Subhanallah wa Ta'ala dan keterangan-keterangan Rasulullah Shallahu'alaihi wa salam dengan hadist-hadist shahih. Para Imam mazhab sendiri sangat berhati-hati dalam setiap mengambil keputusan untuk menetapkan suatu hukum. Mereka mempertimbangkan dari berbagai sisi dalil, namun demikian, mereka juga manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa. Karena tak semua ungkapan mereka dapat dijadikan sebagai rujukan. Terkadang sifat fanatik terhadap mazhab tertentu membutakan logika kebenaran yang sudah jelas disebutkan dalam nash yang Shahih yang sudah jelas kebenarannya. Ini merupakan sikap yang kurang dewasa dalam memahami teks Al-Qur'an dan Hadist Nabi Shallahu ala'ihi wa sallam sebagi sumber yang harus dipegang. Kita hanya dibolehkan mengikuti suatu hukum, manakala yang disampaikan seirama dengan pesan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Bahkan para imam sendiri mengingatkan kepada kaum muslimin dan para pengikutnya agar berhati-hati menggunakan pendapatnya sebelum mengetahui benar landasan yang di gunakan. Berikut ini akan kita paparkan uraian penukilan yang disebutkan Syaikh Jamil Zainu tentang beberapa pendapat imam mazhab yang dapat menjelaskan kebenaran kepada kaum muslimin terutama kepada pengikut mereka : 1. Pesan Imam ABU HANIFAH Imam Abu Hanifah, ajaran-ajaran fiqihnya menjadi pijakan kebanyakan orang, berkata (Abu Hanifah):
2. Pesan Imam IMAM MALIK Imam Malik, imam penduduk Madinah, berkata :
3. Pesan Imam SYAFI'I Imam Syafi'I dari keluarga Ahli Bait, berkata :
4. Pesan Imam AHMAD BIN HAMBAL. Imam Ahmad bin Hambal, Imam para pengikut ahli Sunnah, berkata :
Maka seorang Muslim yang mendengarkan hadits Shahih tidak diperbolehkan untuk menolaknya, karena hal ini bertentangan dengan mazhab tertentu yang dianutnya. Para Imam mazhab telah melakukan ijma' untuk mengambil hadits Shahih dan meninggalkan setiap pendapat yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits shahih tersebut.[2] Maraji'
Beri Komentar
1. 22-02-2008 17:20 saya setuju sekali dengan pendapat para imam tersebat karen adi muka bumi ini yang maksum hanyalah Rasulullah sedangkan para ulama tidak, mereka juga ,mengalami dan juga mempunyai kesalhan 2. 24-01-2009 08:58 assalamu'alaikum wr.wb Artikel yang sangat baik. singkat, padat dan informatif. Subhanallah. Mudah2an penulisnya diberi balasan yg berlipat ganda. Amin. (http://dunia-andhika.blogspot.com//) Wassalam 3. 28-02-2009 17:30 assalamu'alaikum,,subhanalloh sgt mmbwt hti ana jdi tng 4. 24-09-2009 10:40 kita sebagai seorang muslim hendak nya tidak fanatik terhadap suatu mahzab 5. 16-10-2009 09:56 Mohon ijin untuk bahan khotbah jum'at... 6. 29-12-2009 15:12 ana mohon izin buat mengcopy artikel ini, jazakaLLAH... 7. 31-12-2009 22:22 afwan mohon izin copy artikel,syukron jaza kallahu khair Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|