Kutipan Harian, Edisi: Rabu, 05 April 2023

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Apr 2023 00:12 0 65 raditho

๐Ÿ”ฐ ๐Š๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ๐š๐ง ๐‡๐š๐ซ๐ข๐š๐ง๐Ÿ”ฐ
๐Ÿ—“๏ธ ๐„๐๐ข๐ฌ๐ข : ๐‘๐š๐›๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐‘๐š๐ฆ๐š๐๐ก๐š๐ง ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’ ๐‡ / ๐Ÿ“ ๐€๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ‘ ๐Œ
๐Ÿ“ ๐˜๐š๐ฒ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ซ ๐ž๐ฅ-๐ˆ๐ฆ๐š๐ง ๐๐š๐๐š๐ง๐ 

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Kebaikan selalu menentramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

๐Ÿ“Œ ๐——๐—ข๐—ฆ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—Ÿ๐—จ ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—š๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ๐—”๐—›๐—ž๐—”๐—ก ๐—๐—œ๐—ช๐—”

๐Ÿ“ Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

” Orang yang bermaksiat walaupun mendapatkan nikmat dengan beragam nikmat, akan tetapi pada hatinya ada rasa ketidaknyamanan kehinaan, dan penyesalan yang memutuskan hati. “

๐Ÿ“š Al Jawabul Kafi hal. 120


โœ’ Demikianlah yang namanya dosa, selalu menggelisahkan jiwa, membuat hidup tidak tenang. Jika seseorang mencuri, menipu, berbuat kecurangan, korupsi, melakukan dosa besar bahkan melakukan suatu kesyirikan, jiwanya sungguh sulit untuk tenang.

Lantas bagaimana jika ada yang melakukan dosa malah hatinya begitu tentram-tentram saja?

Jawabannya, bukan perbuatan dosa atau maksiat dibenarkan. Yang benar adalah itulah keadaan hati yang penuh kekotoran, yang telah tertutupi dengan noda hitam karena tidak kunjung berhenti dari maksiat. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูƒูŽู„ู‘ูŽุง ุจูŽู„ู’ ุฑูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุณูุจููˆู†ูŽ

โ€œSekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.โ€ (QS. Al Muthoffifin: 14).

Jika hati terus tertutupi karena maksiat, maka sungguh sulit mendapatkan petunjuk dan melakukan kebaikan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, โ€œJika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.โ€[Ad Daaโ€™ wad Dawaaโ€™, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyyah, cetakan pertama, 1424 H, hal. 107.]

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููุนู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽุชูŽุฑู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽุงุชู

Allahumma inni as-aluka fiโ€™lal khoiroot, wa tarkal munkaroot. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan berbagai kemungkaran.[HR. Tirmidzi no. 3233, dari Ibnu โ€˜Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

_

๐Ÿ“ท Instagram :
instagram.com/ydeiorid
๐Ÿ“ท Facebook :
facebook.com/dareliman
๐ŸŒ Website :
dareliman.or.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    Open chat
    Ada yang bisa dibantu?
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Ada yang bisa kami bantu?