Kutipan Harian, Edisi: Selasa 09 Mei 2023

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Mei 2023 10:13 0 211 raditho

๐Ÿ”ฐ ๐Š๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ๐š๐ง ๐‡๐š๐ซ๐ข๐š๐ง๐Ÿ”ฐ
๐Ÿ—“๏ธ ๐„๐๐ข๐ฌ๐ข : ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฌ๐š, ๐Ÿ๐Ÿ– ๐’๐ฒ๐š๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’ ๐‡ / ๐Ÿ— ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ‘ ๐Œ
๐Ÿ“ ๐˜๐š๐ฒ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ซ ๐ž๐ฅ-๐ˆ๐ฆ๐š๐ง ๐๐š๐๐š๐ง๐ 

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“Œ ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ฆ๐—ฌ๐—จ๐—ž๐—จ๐—ฅ ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—˜๐——๐—œ๐—ž๐—œ๐—ง

Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.

๐Ÿ“ Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ููŠู„ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠุฑูŽ

โ€œBarang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.โ€

๐Ÿ“š HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniย hasanย sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.


๐Ÿ“ ๐™†๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™Ž๐™š๐™ก๐™–๐™ก๐™ช ๐™‡๐™–๐™ก๐™–๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž 3 ๐™‰๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam.

  • Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba.
  • Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya.
  • Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan.

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, โ€œWahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.โ€ Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, โ€œSungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.โ€ (Al Fawaโ€™id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul โ€˜Aqidah, hal. 165-166).

Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.

๐Ÿ“ ๐™๐™ž๐™ฏ๐™ ๐™ž ๐™๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™ƒ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™„๐™™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™ž๐™  ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ฃ๐™œ

Andai kita dan seluruh manusia bersatu padu membuat daftar nikmat Allah, niscaya kita akan mendapati kesulitan. Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ูˆูŽุขุชูŽุงูƒูู… ู…ูู‘ู† ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุฅูู† ุชูŽุนูุฏูู‘ูˆุงู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ุชูุญู’ุตููˆู‡ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฅูู†ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุธูŽู„ููˆู…ูŒ ูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŒ(ย  ุฅุจุฑุงู‡ูŠู…

โ€œDan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).โ€ (QS. Ibrahim: 34).

Bila semua yang ada pada kita, baik yang kita sadari atau tidak, adalah rizki Allah tentu semuanya harus kita syukuri. Namun bagaimana mungkin kita dapat mensyukurinya bila ternyata mengakuinya sebagai nikmat atau rejeki saja tidak?

Imam As Syafii berkata, โ€œSegala puji hanya milik Allah yang satu saja dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali dengan menggunakan nikmat baru dari-Nya. Dengan demikian nikmat baru tersebutpun harus disyukuri kembali, dan demikianlah seterusnya.โ€ย  (Ar Risalah oleh Imam As Syafii 2)

Rizki Allah amatlah banyak dan tidak selamanya identik dengan uang. Hujan itu pun rizki, anak pun rizki dan kesehatan pun rizki dari Allah.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

_

๐Ÿ“ท Instagram :
instagram.com/ydeiorid
๐Ÿ“ท Facebook :
facebook.com/dareliman
๐ŸŒ Website :
dareliman.or.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    Open chat
    Ada yang bisa dibantu?
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Ada yang bisa kami bantu?