Kutipan Harian, Edisi: Selasa, 09 Januari 2024ย ย 

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Jan 2024 09:08 0 162 admin

๐Ÿ”ฐ๐Š๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ๐š๐ง ๐‡๐š๐ซ๐ข๐š๐ง๐Ÿ”ฐ
๐Ÿ—“ ๐„๐๐ข๐ฌ๐ข : ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฌ๐š, ๐Ÿ๐Ÿ• ๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐๐ข๐ฅ ๐€๐ค๐ก๐ข๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ“๐‡ / ๐ŸŽ๐Ÿ— ๐‰๐š๐ง๐ฎ๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐Œ
๐Ÿ“๐˜๐š๐ฒ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ซ ๐ž๐ฅ-๐ˆ๐ฆ๐š๐ง

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“Œ ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—›๐—”๐—ง๐—œ๐—ž๐—”๐—ก, ๐—•๐—”๐—š๐—”๐—œ๐— ๐—”๐—ก๐—”๐—ž๐—”๐—› ๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ ๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—”๐— ๐—”๐—Ÿ๐— ๐—จ?

Tidak diragukan lagi, akhir (penutup) dari amal-amal kita adalah perkara yang sangat penting. Para salaf rahimahumullah senantiasa memperhatikan akhir dari suatu amal, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

๐ŸŽ™ Allah Taโ€™ala berfirman :

ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุขุชูŽูˆู’ุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌูู„ูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”

๐Ÿ“š QS. Al-Muโ€™minuun [23]: 60

Dalam ayat ini, Allah Taโ€™ala menggambarkan para hamba-Nya yang beriman bahwa mereka memberikan (melaksanakan) berbagai amal ibadah dan ketaatan secara sungguh-sungguh. Mereka juga sangat takut kepada Allah Taโ€™ala, karena mereka tidak tahu, apakah amal mereka akan diterima ataukah tidak. Oleh karena itu, seorang hamba tidak boleh bangga dengan amalnya, sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya. Jika amal tersebut tidak diterima oleh Allah Taโ€™ala, amal tersebut tidak ada faidahnya. Sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya, namun jika tidak diterima oleh Allah Taโ€™ala, maka hanya bagaikan debu yang berterbangan.
Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba memperbanyak istighfar di akhir setiap amal ibadah dan ketaatan. Dia tidak menganggap dirinya telah melaksanakan amal tersebut dengan sempurna sesuai tuntutan syariat. Akan tetapi dia tidak tahu, bisa jadi dalam amal tersebut ada banyak kekurangan. Sehingga dia pun memperbanyak istighfar dan taubat, serta menganggap bahwa amalnya tersebut sangat kecil di sisi Allah Taโ€™ala.

_

๐Ÿ“ช Telegram :
t.me/DarelimanOfficial
๐Ÿ“ท Instagram :
instagram.com/ydeiorid
๐Ÿ“ท Facebook :
facebook.com/dareliman
๐ŸŒ Website :
dareliman.or.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Artikel Terbaru

    โ€œBarangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.โ€
    (QS. An Nahl: 97)

    โ€œMungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.โ€
    (QS. An-Nisaโ€™: 19).

    LAINNYA
    Open chat
    Ada yang bisa dibantu?
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Ada yang bisa kami bantu?