๐ฐ๐๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ๐๐ง ๐๐๐ซ๐ข๐๐ง๐ฐ
๐ ๐๐๐ข๐ฌ๐ข : ๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐, ๐๐ ๐๐ฎ๐ฆ๐๐๐ข๐ฅ ๐๐ค๐ก๐ข๐ซ ๐๐๐๐๐ / ๐๐ ๐๐๐ง๐ฎ๐๐ซ๐ข ๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐ฒ๐๐ฌ๐๐ง ๐๐๐ซ ๐๐ฅ-๐๐ฆ๐๐ง
โขโโโโโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ ๐ฃ๐๐ฅ๐๐๐ง๐๐๐๐ก, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฅ ๐๐๐ฅ๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐จ?
Tidak diragukan lagi, akhir (penutup) dari amal-amal kita adalah perkara yang sangat penting. Para salaf rahimahumullah senantiasa memperhatikan akhir dari suatu amal, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu โalaihi wa sallam.
๐ Allah Taโala berfirman :
ููุงูููุฐูููู ููุคูุชูููู ู
ูุง ุขุชูููุง ูููููููุจูููู
ู ููุฌูููุฉู ุฃููููููู
ู ุฅูููู ุฑูุจููููู
ู ุฑูุงุฌูุนูููู
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”
๐ QS. Al-Muโminuun [23]: 60
Dalam ayat ini, Allah Taโala menggambarkan para hamba-Nya yang beriman bahwa mereka memberikan (melaksanakan) berbagai amal ibadah dan ketaatan secara sungguh-sungguh. Mereka juga sangat takut kepada Allah Taโala, karena mereka tidak tahu, apakah amal mereka akan diterima ataukah tidak. Oleh karena itu, seorang hamba tidak boleh bangga dengan amalnya, sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya. Jika amal tersebut tidak diterima oleh Allah Taโala, amal tersebut tidak ada faidahnya. Sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya, namun jika tidak diterima oleh Allah Taโala, maka hanya bagaikan debu yang berterbangan.
Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba memperbanyak istighfar di akhir setiap amal ibadah dan ketaatan. Dia tidak menganggap dirinya telah melaksanakan amal tersebut dengan sempurna sesuai tuntutan syariat. Akan tetapi dia tidak tahu, bisa jadi dalam amal tersebut ada banyak kekurangan. Sehingga dia pun memperbanyak istighfar dan taubat, serta menganggap bahwa amalnya tersebut sangat kecil di sisi Allah Taโala.
_
๐ช Telegram :
t.me/DarelimanOfficial
๐ท Instagram :
instagram.com/ydeiorid
๐ท Facebook :
facebook.com/dareliman
๐ Website :
dareliman.or.id
Tidak ada komentar